Rabu, 15 Juli 2020

Siklus Hidrogeologi, Hujan, Batugamping, Pelarutan, Karst.

Siklus Hidrogeologi, Hujan, Batugamping, Pelarutan, Karst.

Assalamu'alaikum Wr Wb.
Salam Sejahtera Bagi Kita Semua.



Siklus Hidrogeologi adalah suatu siklus yang terjadi secara alami dan berkelanjutan mengenai peredaran air dipermukaan bumi dalam bentuk hujan.
Saya akan menjabarkan mekanisme serta kaitanya Siklus Hidrogeologi dengan, hujan, batugamping, pelarutan, serta karst.

Siklus Hidrogeologi di awali dengan naiknya air yang ada di permukaan bumi seperti air yang ada di danau, sungai, laut, tumbuhan dan sebagainya. Air-air tersebut sendiri dapat naik karena terjadi pemanasan oleh sinar matahari sehingga berubah bentuk dari fasa cair ke fasa gas (Uap air).
Semua partikel-partikel uap pada saat naik ke atmosfer (langit) akan saling bertubrukan atau menyatu. Nah…..lama-kelamaan akan membentuk satu kesatuan yang disebut awan. Proses naiknya air ke atmosfer hingga jadi awan disebut Evaporasi.

Gambar: Ilustrasi Siklus Hidrogeologi

Owh iya, kalian pasti pernah lihat awan bergerak kan………..
Nah hal tersebut disebabkan oleh adanya pengaruh angin yang mendorong awan tersebut, sehingga awan akan terlihat bergerak sendiri. Untuk arahnya sendiri tergantung dari arah angin, jadi awan akan bergerak mengikuti arah kemana angin bertiup.

Awan-Awan tadi kemungkinan akan bertemu dengan 2 jenis udara, yaitu udara panas dan udara dingin. Setiap bertemu udara yang berbeda-beda akan menyebabkan peristiwa yang berbeda juga.
  • Jika awan bertemu dengan udara panas, maka awan tersebut akan menghilang atau kering tak tersisa sehingga hujan tidak akan terjadi.
  • Jika awan bertemu dengan udara dingin, maka awan tersebut akan turun sebagai butir-butir air hujan. Air hujan akan berpindah dari tempat tinggi ke tempat yang rendah.

Sebelum air hujan jatuh dan sampai kepermukaan bumi, air hujan akan terlebih dahulu bercampur dengan gas karbondioksida (CO2) yang ada di atmosfer, percampuran ini akan bereaksi dan membentuk asam karbonat (H2CO3). Jadi Unsur kimia air tidak lagi sekedar H2O tetapi telah berubah menjadi H2CO3. Itulah kenapa air hujan dikatakan bersifat asam.

Proses turunnya awan dalam bentuk air hujan disebut sebagai Presipitasi.

Contohnya: air hujan jatuh ke pegunungan kemudian mengalir ke tempat yang lebih rendah hingga sampai kesungai, dari sungai air akan terbawa hingga sampai ke laut dan mengalami penguapan lagi dan seterusnya siklus akan terus berputar.

Air hujan (H2CO3) tadi apabila jatuh dan menetes diatas permukaan batugamping, maka akan menyebabkan terjadinya suatu reaksi kimia berupa pelarutan batugamping oleh air hujan. Jika pelarutan batu gamping terjadi terus menerus dalam waktu yang lama disebuah bentang alam yang luas dan kaya akan batu gamping, maka suatu bentang alam karst akan terbentuk seperti goa karst, sungai bawah tanah karst, dan lain sebagainya.

Gambar: Geomorfologi Karst


Semoga Bermanfaat.
Wassalamualaikum Wr. Wb.


REFERENSI:
  • Simon Adams, David Lambert. Dk, 2006, "Earth Science An Illustrated Guide to Science", New York, Chelsea House

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Penulis

Penulis bernama lengkap Fajar Nur Rahman. Penulis memulai kariernya dengan berkuliah di Institut Teknologi Sumatera sebagai Mahasiswa Kupu-k...